Banyak orang mengatakan bahwa pertarungan tinju tidak syah. Dalam sejarah tinju, hal ini telah terjadi berulang-ulang kali. Orang-orang merasa bahwa permainan tinju terlalu kejam atau biadab, dan menginginkan permainan itu dihentikan.
Bayangkan bagaimana perasaan mereka jika mereka dapat melihat pertandingan-pertandingan tinju pertama yang diselenggarakan! Pertandingan-pertandingan ini diselenggarakan di Yunani Kuno, dan para petinju berlagak pada permainan Olimpiade dan permainan-permainan umum lain. Beberapa dari peraturan-peraturan yang mereka jalankan sangat serupa dengan permainan-permainan kita sekarang. Tetapi ada satu perbedaan besar: Para pemain tidak mengenakan sarung tangan, melainkan 'cestus'. Cestus adalah bahan pembungkus dari kulit yang ditatah dengan lempengan-lempengan timah atau perunggu. Pukulan yang dihasilkan oleh sebuah cestus, sebagaimana yang dapat kamu lihat, dapat sangat merusak!Setelah jatuhnya Kekaisaran Romawi, permainan tinju menghilang, tidak muncul kembali sampai dibangkitkan kembali di Inggris pada awal abad ke-18. Permainan itu segera menjadi olahraga yang sangat digemari, dan tetap demikian selama lebih dari 100 tahun.
Pertarungan-pertarungan diputuskan dengan tangan kosong, dan banyak dari pertarungan-pertarungan itu berlangsung selama beberapa jam. Pergulatan dan lempar pun diperbolehkan. Satu ronde berakhir hanya jika seseorang telah dipukul sampai jatuh, dan waktu antara masing-masing ronde berbeda-beda. Pertarungan yang sukar ini berlanjut terus sampai salah satu petinju tidak dapat berjalan ke tanda kapur di tengah gelanggang ketika ronde berikutnya dimulai!
Tentu saja, jenis permainan tinju yang brutal ini akhirnya mengubah pendapat umum menjadi pertarungan yang berhadiah. Sesuatu harus dilakukan untuk menyelamatkan olahraga itu, jadi sarung tangan yang diberi lapisan pun mulai digunakan. Kemudian, sedikit demi sedikit, peraturan-peraturan lama dibuat lebih manusiawi. Akhirnya, pada tahun 1867, muncul langkah besar yang membuat permainan tinju menjadi disenangi. Marquis dari Queensberry memperkenalkan seperangkat peraturan yang membuat banyak kemajuan. Misalnya, ronde-ronde dibatasi sampai masing-masing tiga menit. Selang waktu antara satu ronde ke ronde lainnya adalah satu menit. Peraturan-peraturan ini dilaksanakan di seluruh dunia, dan peraturan-peraturan yang mengatur permainan tinju dewasa ini di Amerika Serikat didasarkan pada peraturan-peraturan itu.
Sampai abad ke-20, ada sangat sedikit permainan tinju di negara-negara di luar Inggris dan Amerika Serikat --- tetapi sejak saat itu permainan tinju telah menyebar ke seluruh dunia.
Sumber : Aku Ingin Tahu #1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar